Pengantar Metode Intervensi Sosial

Resume Catatan Mata Kuliah Metode Intervensi Sosial di pertemuan 1 dan 2.

Pengajar : Ibu Kuntari ( Dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI )

Pengantar Metode Intervensi Sosial

Metode intervensi sosial dapat diartikan sebagai suatu cara atau strategi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat ( individu, kelompok, komunitas ) untuk meningkatkan kesejahteraan seseorang melalui upaya memfungsikan kembali fungsi sosialnya. Maksudnya adalah setiap masyarakat harus mampu berperan sesuai dengan statusnya di dalam masyarakat. Yang mana status tersebut harus di akui oleh lingkungan dan status tersebut tidak melewati batasan-batasan norma yang ada.

Mari kita ambil contoh, seorang remaja memiliki status sebagai seorang mahasiswa, statusnya sebagai mahasiswa di sini adalah sebuah status yang diterima masyarakat karena sesuai dengan norma ( berarti syarat pertama sudah terpenuhi ). Karena statusnya sebagai mahasiswa maka Ia berperan sebagaimana seorang mahasiswa pada umumnya, yakni belajar, berpakaian rapi, peka terhadap lingkungan sosial dsb. Dari sini kita dapat katakan bahwa remaja tersebut telah berfungsi sosial yakni melakukan peran sesuai dengan statusnya. Namun jika remaja tersebut tidak belajar, tidak berpakaian rapi, dan selalu membuat kerusakan, maka dapat kita kategorikan remaja tersebut tidak berfungsi sosial.

Lain halnya dengan seorang perampok, seorang perampok disini ketika Ia melakukan aktivitas mencuri dalam skala besar di Bank maka Ia sebenarnya telah menjalankan statusnya/perannya sebagai prampok. Permasalahannya adalah statusnya tersebut tidak di akui masyarakat disebabkan melanggar norma yang ada di masyarakat. Maka walaupun seorang prampok telah melakukan fungsinya, tapi karena statusnya adalah sebuah status yang tidak di khendaki masyarakat oleh karena itu Prampok tersebut tetap di katakan tidak berfungsi secara sosial.

Fungsi sosial sendiri terbagi menjadi 3 :

  1. Fungsi sosial AdaptifYakni individu tersebut mampu menjalankan perannya di masyarakat di karenakan individu tersebut mampu untuk menyesuaikan diri dengan baik di masyarakat.
  2. Fungsi sosial At RiskYakni individu tersebut mengalami tekanan sosial dalam masyarakat sehingga Ia melakukan penyimpangan sosial seperti kecendrungan menyalah gunakan obat, melakukan tindak kriminal dsb.
  3. Fungsi sosial MaladaptifYakni individu tersebut tidak mampu menjalankan perannya di masyarakat di karenakan individu tersebut tidak mampu menyesuaikan diri dengan norma-norma yang ada di dalam masyarakat.

Dari ketiga fungsi sosial tersebut, lahan yang menjadi fokus garapan praktisi kesejahteraan sosial adalah pada nomor dua dan tiga. Sebab telah nyata tergambar, fungsi sosial adaptif adalah fungsi sosial yang telah menjalankan perannya, fungsi sosial at risk adalah fungsi sosial yang baru setengah dalam menjalankan perannya, dan fungsi sosial maladaptif adalah fungsi sosial yang sama sekali tidak menjalankan perannya.

Bekal seorang Praktisi Kesejahteraan Sosial

Dalam melakukan intervensi sosial, seorang Praktisi Kesejahteraan Sosial harus memiliki 3 buah bekal :

  1. Knowledge ( pengetahuan ) Seorang Praktisi Kesejahteraan Sosial di tuntut untuk mampu memiliki pemahaman yang baik terkait konsep-konsep di bidang Kesejahteraan Sosial.
  2. Skill ( keterampilan )Yang mana seorang Praktisi Kesejahteraan Sosial mampu menerapkan pengetahuan-pengetahuan yang mereka miliki ke dalam praktek-praktek di masyarakat.
  3. Value ( nilai )Nilai menurut Soetarso (1968:32-33) adalah kepercayaan, pilihan, atau asumsi tentang yang baik untuk manusia. Nilai sendiri jika di kaitkan kepada profesi kesejahteraan sosial adalah seperangkat etik/moral di mana praktisi kesejahteraan sosial harus berkomitment. Nilai-nilai yang di usung oleh Praktisi Kesejahteraan Sosial sendiri adalah nilai-nilai moral dan nilai-nilai sosial yang mengarah pada kebaikan ( pendapat ini ada di penjelasan Mbak Chandra dalam mata kuliah Filsafat dan Etika Kesejahteraan Sosial ). Seperti : Nilai pelayanan, keadilan sosial, harkat dan martabat seseorang, mementingkan hubungan kemanusiaan, integritas, dan kompetensi.

Manusia sebagai objek Intervensi Sosial

Manusia adalah objek dari intervensi yang kita lakukan. Jika di atas telah saya paparkan terkait apa itu metode intervensi sosial, tujuan apa yang hendak kita capai dalam melakukan intervensi, dan bekal apa saja yang harus kita miliki jika ingin melakukan intervensi. Maka pada point kali ini kita akan membahas mengenai manusia, sebab manusia adalah objek dalam intervensi sosial yang kita lakukan.

Sebagai seorang Praktisi Kesejahteraan Sosial kita harus mampu memahami bahwa manusia adalah makhluk yang unik maksudnya antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya saling berbeda. Perbedaan ini di hasilkan karena perbedaan budaya dan sosialisasi yang di alami.

Hal kedua yang harus kita pahami adalah, bahwa manusia merupakan makhluk bio,psiko,sosial. Ia merupakan gabungan dari ketiga unsur tersebut. Apabila salah satu dari unsur ini rusak, maka akan berpengaruh pada unsur yang lainnya juga. Kita dapat mengambil dari suatu kisah seorang Ibu. Ketika kondisi biologis Ibu ini sakit, maka hal tersebut akan berpengaruh pada unsur psikologis dan sosial. Ketika Ibu tersebut sedang merasakan sakit gigi, maka secara otomatis psikologis Ibu tersebut juga terganggu seperti lebih sensitif, mudah emosi, mudah marah sehingga kondisi sekitarnya pun terganggu. Ketika anaknya melakukan kesalahan kecil saja, akibat Ibu tersebut sedang sensitif maka mengakibatkan kesalahan anak tersebut seperti kesalahan yang besar, pada akhirnya anak tersebut terkena marahan yang besar walau hanya melakukan kesalahan yang kecil. Dengan memahami bahwa manusia sebagai makhluk bio,psiko,sosial hal ini menuntut agar Praktisi Kesejahteraan Sosial mampu untuk melihat segala pernasalahan pada sudut pandang yang lebih luas dan mendalam.

Hal ketiga yang harus di pahami adalah, bahwa manusia memiliki multiple status. Maka seorang individu harus mampu beradaptasi dengan lebih dari satu status. Jika individu tersebut mampu menjalankan peran yang lebih dari satu status itu dengan baik maka individu/manusia tersebut akan mampu merasakan kesejahteraan sosial.

Kebutuhan Dasar Manusia

Kebutuhan dasar setiap manusia yang satu dengan manusia yang lainnya berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik, sosial dan budaya. Maka dari itu, seorang praktisi kesejahteraan sosial ketika ingin mengkategorikan β€œapa sebenarnya yang membuat klien ini merasakan sejahtera?” maka praktisi kesejahteraan sosial tersebut harus melihat dari faktor genetik, sosial, dan budayanya. Misalnya saja orang Indonesia dengan orang barat akan memiliki kebutuhan dasar yang berbeda-beda. Salah satu contoh kasus, alkohol, jika di barat alkohol di gunakan sebagai penghangat badan. Namun jika orang Indonesia yang meminum alkohol, Ia tidak akan mampu kuat untuk minum banyak karena sistem yang ada di tubuhnya tidak mendukung, sedangkan untuk orang barat sendiri akan lebih kuat meminum alkohol di karenakan sistem dari dalam tubuhnya mendukung. Mendukung atau tidaknya, hal ini tergantung faktor genetik, sosial, budaya.

Tiga tingkatan Intervensi Sosial

  1. Intervensi pada level individu ( mikro )
  2. Intervensi pada level kelompok
  3. Intervensi pada level komunitas

Relasi ada tiga jenis :

  1. Relasi antar sistem Internal
  2. Relasi antar sistem eksternal
  3. Relasi dengan lingkungan sekitar

Persepsi

Persepsi setiap orang berbeda-beda tergantung dengan umur, budaya, dan sosialisasi dsb. Jika persepsi yang kita miliki dengan banyak orang cendrung sama maka relasi hubungan kita dengan banyak orang cendrung baik. Namun jika persepsi kita dengan banyak orang cendrung berbeda maka relasi kita dengan banyak orang cendrung memburuk.

Salam mengabdi, Dian Setyawati

5 thoughts on “Pengantar Metode Intervensi Sosial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s