Sejenak lalu berlarilah #2

Sejenak. Hanya sejenak. Bukankah jiwa kita butuh sejenak untuk diisi dengan cahaya ilahi. Bukankah pikir kita butuh sejenak untuk diisi dengan kecemerlangan kilauan pemahaman. Bukankah tubuh kita butuh sejenak untuk menghilangkan kepenatan yang melanda.

Sejenak memang merupakan suatu kekuatan sejati yang mampu mengalirkan energi baru bagi perjalanan kehidupan. Tapi sejenak bukan segalannya. Sejenak memberi jawaban, namun pada kenyataannya eksekusinya tidak berada dalam kesejenakan itu. Sejenak adalah bagian penting dalam kehidupan kita. Tapi kesejenakan bukan keseluruhan kehidupan itu sendiri. Kesejenakan hanya sebagian waktu singkat yang diambil untuk menenangkan diri agar mampu menghadapi kehidupan. Kenyataannya, keseluruhan kehidupan kita adalah pergerakan.

Maka berlarilah ! Berlarilah sejauh yang kita bisa. Berlarilah mengejar mimpi. Hidup ini hakikatnya adalah pelarian. Pelarian untuk mengejar mimpi dan cita-cita. Berlarilah yang akan mewujudkan berbagai keinginan. Maka wajar ketika Allah swt, dalam firman-Nya berfirman :

Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubahnya.” (Ar-Ra’d:11) Hal ini hanya didapat dari sebuah pelarian.

Berlari dalam hal ini, tidak saja dalam hal mengejar cita-cita, Ia memiliki dua arti. Mari kita lihat para penghianat bangsa dari setiap generasi : mereka yang menjadi antek penjajah; mereka yang menghianati bangsa mereka sendiri dengan menghianati arti kemerdekaan dan rakyat negri ini; mereka yang menjual aset negara dan aset rakyat; mereka yang mengeksploitasi dan mengeksplorasi sumber daya alam dan sumber daya manusia; mereka yang korupsi; mereka yang memimpin dengan zalim, tiran, dan tidak bermartabat.

Mereka adalah orang-orang yang kalah. Kalah mereka adalah orang-orang yang tidak ingin berlari. Tidak ingin berlari dari kekuasaan yang menggoda, tidak ingin berlari dari harta yang mengikat, tidak ingin berlari untuk menghadapi kenyataan, sehingga mereka kalah oleh kenyataan.

Berkacalah pada para pahlawan kita disemua masa. Tataplah ketegaran Rasulullah saw dan para sahabatnya. Belajarlah dari para salafusaleh dan pejuang muslim terdahulu. Tentang makna kecemerlangan mereka. Kenapa mereka berjaya? Jawabannya adalah karena pelarian. Pelarian dari kezaliman, pelarian dari penghianatan terhadap kebenaran, pelarian dari penghianatan terhadap prinsip dan cita-cita. Mereka adalah orang-orang yang menang. Menang karena mereka berlari. Mereka adalah apa yang Allah swt gambarkan : “…umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia…” (Ali Imran:10)

Berlari adalah simbol. Simbol keberadaan. Jikalau kesejenakan adalah waktu singkat untuk mendapatkan energi kehidupan, maka berlari adalah cara menunjukkan energi itu, mengalirkannya, dan membuktikan keberadaannya. Berlarilah. Berlarilah mengejar kemenangan.

Resume buku “Menuju kemenangan dakwah kampus”, bab 4, karya Ahmad Atian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s