Tsaqafatuna

Merupakan kasus yang rumit ketika harus memadukan tsaqafah islamiyah yang orisinil dan mendasar dengan tsaqafah modern. Ketidak mampuan dalam memadukan kedua hal ini pada akhirnya melahirkan berbagai sikap yang tidak proporsional disebabkan hilangnya tawadzun antara tsaqafah itu.

Tsaqafah Dzatiah

Tsaqafah dzatiah adalah kumpulan pengetahuan dasar yang mencerminkan identitas kultural, pemikiran, jiwa, tabiat, dan emosi umat. Kita, sebagai umat yang diamanatkan membawa risalah, maka kita harus memiliki tsaqafah dzatiah. Yang mana tsaqafah dzatiah merupakan basis internal yang menrefleksikan wajah akidah, misi, budaya, dan moral kita sebagai individu dan komunitas muslim.

Tsaqafah Islamiyah

Tsaqafah Islamiyah berbeda dengan ilmu seperti kedokteran, teknik, fisika, matematika, biologi, politik, antrophologi, dsb (Al-Ghazali). Tsaqafah Islamiyah adalah ilmu yang menjamin kebenaran orientasi dalam mendayagunakan ilmu-ilmu tersebut. Dalam hal ini maka contoh kasus yang dapat kita ambil adalah ketika kaum imprialis berusaha untuk merusak lembaga-lembaga pendidikan tradisional Islam, seperti Al-Azhar. Akibatnya, akal Islam yang dahulunya raksasa, cemerlang, kreatif, kini kehilangan elanvitalnya. Dan kini, kecanggihan teknologi militer Irak (yang merupakan negara muslim) justru menjadikan sumber musibah bagi umat muslim sendiri. Ini adalah dampak dari hilangnya tsaqafah islamiyah pada diri umat muslim.

Kembali pada permasalahan ketidak-tawadzunan antara tsaqafah islamiyah (ilmu islam) dengan tsaqafah mu’asharah (ilmu umum). Al-Ghazali berpendapat bahwa hilangnya ketidak-tawadzunan antara kedua hal inilah yang menjadi rintangan terbesar dalam menghambat kebangkitan Islam. Maka perlu adanya pemahaman yang beriringan antara Tsaqafah Islamiyah dengan ilmu-ilmu modern sehingga akan lebih memberikan makna dan kekebalan pemikiran. Yakni, dengan Tsaqafah Islamiyah akan mampu menciptakan para ilmuan modern yang jenius namun tetap On Mission.

Belajar Bersatu

Ada dua hal yang menjadi faktor munculnya tragedi dan becana bagi umat muslim :

  1. Adanya pengaruh konspirasi yahudi
  2. Persatuan umat yang masih lemah

Persatuan adalah refleksi dari suasana jiwa. Persatuan bukan hanya sekerdar konsensus bersama. Jiwa yang bersatu adalah jiwa yang memiliki watak permadani. Yang dapat merangkul dan menerima semua jenis watak manusia. Jiwa ini digejolaki oleh keinginan yang kuat untuk memberi, memperhatikan, membahagiakan, mengembangkan dan mencintai. Jiwa seperti ini terbebas dari kemahahebatan, narsisme individu dan kelompok. Mari kita berkaca pada kehebatan tarbiyah Rasulullah Saw. Rasulullah telah berhasil melahirkan dan mengumpulkan manusia-manusia besar tanpa satupun diantara mereka yang merasa terkalahkan oleh yang lain. Mereka tidak berpikir menadi lebih besar dari yang lain, namun berpikir mengoptimalisasikan seluruh potensi yang ada pada dirinya dan mengadobsi keistimewaan yang ada pada orang lain.

Hiwar Haraki

Medan amal islam kini telah dipenuhi oleh Harakah Islam dan Harakah Islam ini memiliki banyak ragam. Keberagaman ini memiliki segi positif dan negatif. Segi negatif dengan keberagaman Harakah ini adalah mudah untuk terjadinya konflik antara Harakah yang satu dengan yang lainnya, karena :

  1. Belum matangnya tingkat kedewasaan dan pikiran kaum penggerak.
  2. Tidak terbukannya keran-keran kerjasama antara Harakah.
  3. Adanya upaya musuh-musuh Islam untuk mengeksploitasi konflik.

Maka harus diakui, efek negatifnya lebih besar dari pada efek positifnya. Untuk itulah kita

harus mampu memberikan solusi berupa pengurangan efek negatif bukan penghapusan keberagaman. Solusi diantarannya :

  • Ditingkatkannya dialog bilateral antara Harakah ( baik resmi/ tidak resmi ).
  • Perlu adanya keluasan wawasan
  • Kematangan jiwa dalam menyikapi perbedaan.

Al-Badailul Islamiyah

Mampukah Islam memberikan yang terbaik bagi dunia? Mampukah Islam memimpin umat manusia, memberi seseuatu yang lebih baik tanpa harus menghancurkan capaian-capaian pengetahuan dan teknologi barat. Inilah hal yang dikhawatirkan barat.

Target Harakah Islamiyah bukan saja sekerdar memenangkan pemilihan dan kursi parlemen, tapi terkait bagaimana memberikan yang lebih baik. Bagaimana menyiapkan konsep-konsep Islam Alternatif (al-badailul islamiyah) sebagai ganti konsep yang dianggap gagal. Jangan sampai kemenangan dalam pentas politik pada akhirnya menjadi bumerang bagi kita sendiri.

Azimah

Dalam kehidupan masyarakat akan ada orang-orang yang sangat berpengaruh mengendalikan jalannya kehidupan. Orang yang seperti itulah yang kita sebut pemimpin. Apa yang membuat orang itu memiliki kemampuan lebih besar dalam mempengaruhi orang lain?

  1. Ilmu : Sebab orang-orang berilmu selalu berpengaruh di masyarakat
  2. Ahlak : Sebab orang-orang berakhlak selalu dihormati dan didengar sekelilingnya
  3. Pangkat : Sebab pangkat membuat orang tersebut berwibawa dan membuat orang lain segan
  4. Fisik : Sebab orang bertubuh kekar akan mampu memaksakan wibawannya pada orang lain.

Namun ada faktor lain yang memberi perluang besar dalam memimpin yakni Azimah. Azimah adalah tekat, kehendak, kemauan, yang tak tertawarkan oleh godaan, ancaman atau kelemahan di tengah jalan. Orang yang memiliki azimah adalah orang yang mampu mengalahkan dirinya sehingga pada akhirnya mampu mengalahkan orang lain.

Pengalaman

Kepercayaan diri salah satunya dibangun oleh Pengalaman. Pengalaman memberikan seseorang keyakinan baru yang memperteguh keyakinan setelahnya. Keyakinan pertama adalah keyakinan kita pada tataran ide/konsep. Kemudian keyakinan kedua muncul ketika konsep keimanan itu kita terapkan dalam suatu amal. Sehinngga pada akhirnya amal ini akan mampu menjadi sebuah keyakinan baru yang akan memperteguh keyakinan sebelumnya.

Perlu dingat bahwa kedewasaan seseorang bukan dilihat dari waktu lamanya dia memiliki pengalaman. Namun bagaimana individu tersebut mampu menyerap setiap pengalaman yang ada dengan keyakinan fikriyah yang baik. Hingga pada akhirnya kita akan banyak sekali menemukan saudara-saudara kita dijalan ini yang dalam segi umurnya sudah sangat jauh dari kita namun ternyata kedewasaan masih sangat minim. Dan sebaliknya, ada saudara kita yang masih sangat muda, namun kedewasaaannya dalam berpikir ternyata sudah baik.

Lamannya kedewasaan yang terjadi ini dikarenakan masih banyak yang seringkali salah dalam mengartikan makna pengalaman. Untuk itu perlu adanya pengayaan sehingga pengalaman yang kita dapat senantiasa memperkaya wawasan kita dan mampu membawa perbaikan dalam kehidupan kita dan umat ini.

Pahlawan

Pahlawan adalah orang yang banyak melakukan amal kebaikan atau amal shalih sehingga memperoleh banyak pahala. Kebesaran setiap umat juga ditentukan oleh aksi-aksi yang dilakukan para pahlawanannya. Hingga umat tersebut senantiasa terdorong untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan. Bukan karya fisik yang dikenang, melainkan karya spiritual selama perjalanan bersama pahlwan tersebut. Namun dalam mengenang pahlawan ada hal-hal yang selalu kita lupakan, yakni :

Kita mampu mengagumi pahlawan

Namun

tidak pandai meneladani mereka

***

Resume Bab 4 buku Arsitektur Peradaban

Oleh : Dian Setywati

#Akhirnya setelah mengebut semalam, tugas ini selesai juga T_T

One thought on “Tsaqafatuna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s