Mengalahkan Diri Sendiri

Di dunia ini banyak manusia yang gagah mampu mengalahkan musuhnya. Banyak juga manusia yang mampu meraih medali penghargaan, meraih kehormatan. Tapi mereka yang mampu bertahan dari gemilangnya kejayaan, bertahan untuk mengalahkan nafsu keberhasilan, bertahan untuk mengalahkan ego pribadi, sungguh begitu sangat sulit di cari.

Masalah pertama yang harus diselesaikan oleh mereka yang ingin menang adalah masalah menghadapi diri sendiri. Mengalahkan diri sendiri bukan pekerjaan mudah. Mengalahkan diri sendiri adalah pekerjaan besar. Pekerjaan para pahlawan besar, sebagaimana Rasulullah saw sebelum menjadi seorang Rasul, hal pertama yang ditempa pada diri beliau adalah begaimana mengalahkan diri sendiri.

Pelajaran pertama yang diberikan oleh Rasulullah saw kepada umat ini adalah penempaan diri. Lihat saja, pembinaan akidah yang lebih banyak menghendaki pengalahan ego pribadi di depan Ilahi senantiasa di dahulukan sebelum pembelajaran yang lain. Pembinaan syari’at, ibadah, dan akhlak pun juga merupakan pembinaan mengalahkan ego pribadi. Bahkan kalau boleh jujur, seluruh pembelajaran dalam agama ini menghendaki pemusnahan ego pribadi terlebih dahulu.

Usaha mengalahkan diri sendiri sebetulnya membutuhkan beberapa hal, yaitu keberanian, ketahanan, dan keikhlasan.

Mengalahkan diri sendiri butuh keberanian, sebab dia merupakan belenggu besar dan kuat yang susah untuk dipecahkan. Semakin besar keberanian itu, semakin mampu kita mengalahkan diri sendiri dan semakin besar hasil yang akan kita dapatkan nantinya.

Ketahanan dibutuhkan untuk mengalahkan diri sendiri. Sebab proses ini akan menimbulkan rasa sakit yang teramat kuat dan dalam. Luka yang mungkin ditimbulkan sangat lebar. Sehingga kemampuan menahan rasa sakit itu diperlukan.

Ketiga, keikhlasan merupakan hal yang juga harus dimiliki untuk mengalahkan rasa sakit. Hanya manusia-manusia yang ikhlas saja, yang mampu mengalahkan dirinya sendiri. Mereka tidak terjebak dengan keserakahan, ketamakan, kekikiran dan kelemahan pribadi.

Sebenarnya, mengalahkan diri sendiri bersumber dari satu hal, menganggap bahwa diri sebagai milik Allah swt. Itulah sebenarnya kiat untuk mengalahkan ego pribadi, emosi diri, dan ambisi jiwa. Manusia menganggap bahwa pribadinya tidak perlu dikalahkan, sebenarnya karena dia menganggap bahwa pribadi itu adalah miliknya.

Resume :

Menuju Kemenangan Dakwah Kampus, Ahmad Atian, Bab 4 point 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s