Melawan Ketidakberdayaan

Oleh : Dian Setyawati

Ketidakberdayaan merupakan anak dari rasa takut. Ketidakberdayaan artinya ketidakberanian. Hanya yang tidak berdaya saja, yang mau menjadi kacung di negri sendiri. Ketidakberdayaan selalu melahirkan kelemahan. Dan kelemahan selalu melahirkan kekalahan. Sebab kemenangan butuh kekuatan. Ketidakberdayaan spiritual akan melahirkan kelemahan spiritual. Ketidakberdayaan emosional akan melahirkan kelemahan emosional. Ketidakberdayaan mental akan melahirkan kelemahan mental. Ketidakberdayaan intelektual akan melahirkan kelemahan intelektual. Ketidakberdayaan fisik akan menlahirkan kelemahan fisik. Semua itu akan melahirkan kekalahan.

Melawan ketidakberdayaan membutuhkan beberapa hal :

Pertama, Keberanian. Melawan ketidakberdayaan membutuhkan keberanian. Ketidakberdayaan terlahir dari ketakutan menghadapi tantangan. Keberanian satu-satunya jalan menuju sikap berani menghadapi tantangan. Mencoba berani sebenarnya merupakan jawaban dari rasa takut itu.

Mari kita berkaca pada kisah Muhammad Al-Fatih II. Dalam pemerintahan pertamannya, Ia mengalami kegagalan. Sebuah peristiwa yang tentunya melahirkan ketidakpercayaan diri, lalu ketidakberdayaan. Namun, Ia mampu mengalahkan ketidakberdayaan itu dengan membuktikan bahwa dia mampu menciptakan sesuatu yang sangat monumental dan prestisius. Menjadi penuntas mimpi berabad-abad umat Islam. Yakni, membebaskan konstantinopel.

Kedua, melawan ketidakberdayaan membutuhkan kepercayaan. Kepercayaan bahwa diri kita mampu melawan ketidakberdayaan dan melawan rasa takut akan melahirkan perlawanan terhadap ketidakberdayaan tersebut.

Kepercayaan yang perlu hadir dalam diri kita untuk melawan berbagai ketidakberdayaan adalah kepercayaan kepada Allah swt, kepercayaan kepada takdirnya bahwa semuanya akan berjalan dengan ketentuan yang telah digariskan-Nya. Kepercayaan pada diri pribadi, bahwa kita mampu dan bisa. Kepercayaan kepada jama’ah bahwa dengan kebersamaan, dengan percaya pada sahabat, saudara, dan jama’ah semuanya akan mampu kita lawan.

Ketiga, melawan ketidakberdayaan membutuhkan kebersamaan. Ketidakberdayaan tidak dapat dilawan dengan kesendirian. Menyendiri hanya akan membengkakkan ketidakberdayaan itu. Ketidakberdayaan dapat di tuntaskan dalam keramaian. Ketika banyak orang yang mendukung dan memotivasi.

Setelah ketidakberdayaan itu tuntas maka kemenangan tinggal menunggu waktu untuk dihadirkan.

Resume :

Menuju Kemenangan Dakwah Kampus, Ahmad Atian, Bab 4 point 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s