PERAN STRATEGIS MAHASISWA

Judul Bahasan               : Peran Strategis Mahasiswa

Pembicara                    : Anis Matta

Notulensi                      : Dian Setyawati

Lokasi                          : DPR RI

 

PERAN STRATEGIS MAHASISWA

Parlemen sekarang ini adalah parlemen anak muda. Hampir 70% parlemen di sini adalah anak muda dan ini menjadi sejarah utama di parlemen kita.  Saat ini parlemen kita memiliki peran yang strategis dalam kegiatan eksekutif. Parlemen di negri kita saat ini memiliki posisi yang kuat dalam menjalankan fungsinya.

 Parlemen memiliki posisi yang strategis, tapi faktanya secara sumber daya, orang-orang di parlemen memiliki kapasitas yang kurang baik. Mungkin teman-teman bisa melihat di berita-berita di televisi, berapa banyak anggota dewan yang ditangkap karena kasus korupsi, ada pula anggota dewan yang melihat video yang tidak seronoh, dan juga tayangan mengenai tindak-tanduk anggota parlemen yang tidur ketika rapat, jarang hadir ketika rapat.

Menurut saya gejala ini bagus ! Kenapa bagus? Dengan banyak laporan anggota dewan yang di tangkap. Ini berarti ada kontrol. Sehingga kita tau bahwa wajah kita tidak seganteng dan setampan yang kita duga untuk menjadi pemimpin masa depan pastinya kita masih membutuhkan perbaikan. Terbukannya laporan mengenai ditangkapnya anggota dewan, adalah bukti bahwa DPR tidak menyembunyikan atau melindungi para anggotanya yang memang bersalah. Dengan adanya laporan mengenai ditangkapnya anggota dewan, hal ini membuat para anggota lain untuk tidak lagi meniru perbuatan hal itu.

 Lalu bagaimana dampak pada anak-anak kecil sebagai generasi penerus bangsa, yang mana setiap hari di jejali pemberitaan terkait kebobrokan pemerintah. Menurut saya, pada akhirnya ini akan menjadi hal bagus. Ketika seorang anak senantiasa melihat hal-hal terkait kebobrokan pemerintah, sebenarnya anak tersebut telah melihat kompetisi yang bagus. Kompetisi hal ini dalam artian bahwa, anak tersebut akan terpacu untuk tidak menjadi pemimpin seperti pemimpin sekarang ini. Salah satu yang membuat pemimpin di Indonesia saat ini tidak cakap karena ketika kecil (pada saat itu era-Soeharto), di pemberitaan sama sekali tidak di tampakkan kebobrokan pemerintah. Pemberitaan hanya adem ayem saja, dampaknya anak pada masa itu yang saat ini menjadi pemimpin tidak memiliki keinginan untuk memberikan perbaikan bagi bangsa. Bagaimana memiliki keinginan memperbaiki bangsa, bahkan referensi untuk mengetahui bangsa ini sedang sakit saja tidak. Maka bersyukurlah kalian-kalian disini, karena dapat dikatakan kelahiran kalian adalah sekitar tahun 1990-an yang mana kalian melihat jatuh bangunnya pemerintahan Indonesia di zaman reformasi kemarin. Maka jangan heran jika sebentar lagi akan lebih banyak lahir para pemimpin-pemimpin muda yang kritis.

 Lalu mengapa Indonesia yang katanya sudah berada pada era – Reformasi, berada pada sistem negara Demokrasi masih saja bobrok. Kebobrokan ini sebenarnya adalah efek dari sistem. Semua masalah sebabnya adalah kita berimigrasi ke satu sistem. Jika ada kesalahan dalam mengorganisasi pemerintahan, hal ini dikarenakan kita masih tidak mampu mengorganisasikan sistem demokrasi ini. Sebenarnya kita masih abstrak apa itu demokrasi, dan masih banyak yang harus dipelajari, sebab demokrasi itu ternyata amat sangat sulit menjalankannya. Lalu siapa yang bisa memimpin negara ini? Ya, para anak-anak kecil yang saat ini tumbuh di era demokrasi, dia telah mengenali demokrasi sejak dini, maka jika dia menjadi pemimpin nanti, dia akan dapat memimpin dengan cakap.

 Menurut kalian apakah enak menjadi Presiden? Menurut kalian apakah Presiden saat ini berkuasa? Sistem demokrasi sebenarnya membuat Presiden tidak memiliki kekuasaan sama sekali. Lah iya, bagaimana bisa Presiden berkuasa di sistem kekuasaan yang terbagi. Setiap mau memberi keputusan, Presiden tidak memiliki hak, Ia harus berdiskusi dahulu dengan partainya, ternyata partai yang di ajak koalisi semuanya memiliki keputusan yang berbeda-beda dan tidak ditemukan jalan keluarnya, maka bertambah binggunglah presiden ini. Ingin mengatur ranah mentri ini, mentri tersebut tidak menuruti, dan mengatakan ‘loh kementrian ini sudah jadi ranah saya, tidak bisa di ganggu gugat, kan kesepakatan awal sudah janji di bagi-baginya seperti apa’. Saat turun ke daerah pun, ternyata tidak ada yang mendukung Presiden dengan alasan, ‘saya kampanye pakai uang sendiri pak, sama sekali tidak minta bantuan anda’ akhirnya tidak diturutilah Presiden ini pada tingkat rendah sekalipun. Pada akhirnya Presiden sama sekali tidak memiliki kekuasaan, karena kekuasaannya telah terbagi-bagi.

 Pertanyaan 1 – Dewi FE 2010 :

Di media masa telah dicekoki tentang bobroknya kinerja parlemen. Sehingga menimbulkan sikap tidak respect lagi pada DPR sehingga memunculkan sikap apatis dan masa bodoh. Bagaimanakah kemudian DPR memperbaiki citranya di masyarakat?

 Jawab :

Ada yang menjadi kesalahan di zaman ini. Saat DPR ini lahir, lahir juga dengan hak kebebasan pers. Ini sebenarnya adalah suatu kondisi yang amat sangat bertubrukan. Selama ini pers mengawasi kinerja DPR. Permasalahannya, siapakah yang fokus mengawasi pers/media. Jarang sekali ada yang fokus memperhatikan kinerja media. Sehingga kurang lebih 400 chanel yang membuat kabar tidak perlu lagi ke penerangan. Dampaknya adalah kompetisi itu. Yakni bagaimana para pemilik tv membuat tv ini laku atau media ini laku.

 Mari kita berbicara alur sejarah perkembangan apa-apa saja yang di angkat tv dan media. Ditengah industri yang cukup lebar. Pada awalnya tv dan media menjual seks, maka dijuallah yang berbau pornografi. Tampilan film-film bioskop kental sekali dengan seks dalam pemasarannya. Musik-musik yang beredar, sering menjual artis-artis yang dari segi penampilan terlalu terbuka dengan tarian yang lagi-lagi menjual seks. Kemudian dibuatlah UU Pornografi, maka hal ini sudah mulai menurun.

 Era selanjutnya adalah ketika kemudian tv terbagi mejadi 2 : tv entertainment dan berita. Tv entertainment lah yang laku akibat meniru dari telenovela. Sehingga stasiun tv berlomba-lomba beli film dari luar krn memang industri terbuka. Kemudian muncullah tv berita. Maka bagaimana mereka si tv berita ini berkompetisi? Yakni agar profit, mulailah mereka menjual berita buruk. Menjual berita yang dibesar-besarkan sebagaimana kisah sinetron dan telenovela itu.

Mari kita coba menyinggung terkait pembangunan gedung DPR. Sebenarnya DPR sudah ingin melakukan bedah anggaran di TV agar anggaran lebih tranparansi. Namun saat menawarkan itu di setiap stasiun TV, Stasiun TV menolak. Hal ini dikarenakan bahwa pemberitaan seperti ini tidak menarik masyarakat, jika TV membuat berita bagus terkait DPR, pasti masyarakat akan berkata ini dibayar berapa oleh DPR? (kami jadi serba salah). Jadi kehidupan kita ini walau hidup di Industri yang terpisah-pisah, namun tetap saling mempengaruhi.

 Ada satu hal lagi yang saya kecewakan di Media itu sendiri. Media dalam melakukan pemberitaan cenderung menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan hati dibandingkan dengan logika. Dampaknya, menimbulkan masyarakat yang cendrung emosional, karena hampir setiap hari bertemu dengan kata-kata yang berhubungan dengan hati.

 Pertanyaan 2 :

Mengapa hingga sekarang ini DPR belum mampu menghasilkan output yang bagus?

 Jawab :

Kenapa sistem ini tidak menjadikan output yang bagus, padahal inputnya bagus lalu mengapa outputnya jelek, dimanakah benturuan ini terjadi?

 Maka jawabannya adalah masyarakat itu sendiri. Baik buruknya DPR adalah rakyat yang menentukan, loh kan memang rakyat yang memilih mereka. Pernah mendengar kata bijak ‘Jika seperti itu keadaan kamu, maka seperti itulah pemimpin kamu‘. Secara langsung saya katakan, jika masyarakat kita masih kurang cerdas dalam memilih maka yang akan muncul di DPR adalah orang-orang yang tidak cerdas, yang tidak memiliki etika dalam berpolitik, yang cendrung mengutamakan kepentingan pribadi. Ini adalah persoalan sosiologis. Untuk itu kita perlu membentuk masyarakat yang cerdas, sehingga ketika memilih nanti tidak hanya pemimpin yang populis saja melainkan juga pemimpin yang memiliki kapabilitas yang baik. Namun saya mau membalikkan lagi, inilah gunannya demokrasi, tanpa ini semua kita tidak akan pernah mengetahui kualitas kita seperti apa. Dengan kita mengetahui pemimpin kita bobrok, maka sebenarnya secara tidak langsung kita harus mengakui bahwa kita juga bobrok, kan kita yang memilih mereka. Pada akhirnya marilah kita sama-sama bercermin pada diri sendiri.

 Jadi, ada yang perlu dirubah dari cara pandang kita. Yakni, bagaimana kita melihat kebobrokan pemimpin kita sekarang ini tidak hanya dari sudut pandang negatif, melainkan dari sudut pandang positif bahwa kondisi sekarang ini bisa menjadi koreksi kita di masa depan.

 Dengan adannya media yang bertentangan dengan Parlemen, maka ini akan memunculkan keseimbangan. Allah menciptakan keseimbangan itu dengan cara menciptakan kelompok yang bertentangan. Jika tidak ada keseimbangan maka akan rusak. Jadi konflik itu adalah niscaya. Maka dengan konflik itu justru kita menjadi seimbang. Sebenarnya kondisi sekarang ini tidak kacau, karena inilah sistem. Yang mana saling mengoreksi. Saya dapat mengatakan bahwa ini adalah keos yang produktif. Memang kelihatannya rumit, namun sebenarnya tidak. Hal ini dikarenakan kompetisi. Maka yang bisa bertahan adalah yang elastis.

 Knp DPR bertengkar melulu? Menrut saya ini bukan kekacauan, ini mengetes kreatif kita. Maka mari kita bandingkan kekereatifan bangsa Indonesia dengan Malaysia di bidang industri kreatif. Tidak terlalu sulit sebenarnya bagi Indonesia untuk mengalahkan hollywood. Saya ingin menyerempet ke pembahasan Amerika. Taukah rekan-rekan sekalian mengapa Amerika senang sekali berperang? Sebenarnya dengan mereka berperang itu akan menaikkan industri mereka, industri pembuatan alat-alat perang. Sebaimana Bill gate menemukan konsep tentang PC, hal ini terjadi akibat desakan perang. Jadi ini adalah ledakan kreatifitas.

 Kesimpulannya : Bagi saya, kondisi Indonesia sekarang ini adalah keos yang positif. Ini wajar. Justru ingat, yang terlihat kedamaian adalah ancaman, sebagaimana era-Soeharto.

 Pertanyaan 3 – Even Politik, FISIP UI 2008 :

Di dalam teori black boxnya eston. Maka dimanakah peran mahasiswa?

Jawab :

Apakah anda pernah melihat pengamat politik yang gagal masuk DPR? Go Chok Tong adalah salah satunya. Dahulu di harvad Ia belajar seluruh ilmu pemimpin negara. Hingga ketika Ia sampai di singapore  dan mulai memimpin negara dengan sesungguhnya, kemudian Ia mengatakan ‘ketika saya mulai memimpin, saya mengubah pola pikir text book itu dan mulai kembali bljr dari nol, karena untuk mennggambarkan dinamika kehidupan, teori amat sangat tidak cukup

 Rekan-rekan, kita ini hidup disuatu dunia yang tidak ditata oleh suatu teori. Yang anda perlukan adalah menjadi the fast leader : bagaimana menjadi pemimpin yang mampu memperlajari segala sesuatu secara cepat. Maka anda perlu memperlajari cara berpikir yang atletis. Mungkin untuk dapat menjawab terkait apa yang dapat di lakukan oleh mahasiswa, maka saya menyarakan mahasiswa mampu untuk menjalankan teori berpikir sebagai berikut :

1.      Kemampuan memahami  :

Yang dimaksud memahami disini adalah ketiaka dosen memberi teori, kemudian ujian. Kita dinilai dapat memahami atau tidak adalah ketika kita mampu mendapatkan nilai yang bagus.

2.      Menganalisa :

Kita dikatakan mampu menganalisa, ibarat ketika kita membongkar sepeda, lalu sepeda itu di pecah. Setelah itu kita mampu mendefinisikan/menganalisa sepeda itu dengan beberapa komponen.

3.      Merekonstruksi :

Yakni setelah mampu membongkar sepeda dan menganalisanya, kita diharapkan mampu merakit atau membuat ulang kembali sepeda itu.

4.      Mencipta : menciptakan sesuatu yang baru. Ini lah pola pikir yang harus di miliki oleh mahasiswa, yang mana hal ini sangat jarang sekali di temukan.

 Apakah anda merasa bahwa Anggota DPR sekarang tidak mampu menjadi agen-agen ‘pencipta’? Saya sepakat dengan hal itu, karena di DPR sendiri secara keahlian masih banyak sekali yang memiliki keahlian yang baik. Jika anda bertanya ‘kan ada tenaga ahli​’​​​? Maka saya menjawab, saat ini tenaga ahli di DPR itu hanyalah satu. Hal ini dikarenakan kita tebentur dengan anggaran yang kurang untuk menambah staf ahli atau tenaga ahli DPR. Menurut saya, hanya satu tenaga ahli tidaklah cukup. Sungguh beban berat di alami kepada rekan-rekan DPR kita yang memiliki jumlah kursi sedikit di DPR. Dengan jumlah yang sedikit ini, mereka di haruskan untuk memantau kinerja semua komisi di DPR, tak jarang banyak rapat-rapat di setiap komisi yang berbenturan. Sehingga rekan-rekan DPR yang kursinya cendrung sedikit, pastinya akans sangat letih sekali, setelah selesai rapat ini, lari ke rapat selanjutnya, begitupun seterusnya. Pertanyaan selanjutnya yang mungkin anda lontarkan kepada kami adalah ‘kalau begitu carilah staf ahli yang memiliki kapabilitas sangat baik’  permasalahannya adalah berapa banyak para ahli yang tidak ingin menjadi ahli di DPR, di akibatkan gaji yang masih sangat minim dengan beban kerja yang berat.

2 thoughts on “PERAN STRATEGIS MAHASISWA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s