Resensi Buku : Jerome Becomes A Genius

 

Merupakan judul buku yang saya sarankan bagi para remaja SMA yang menjelang kelulusan dan para mahasiswa yang ingin ‘ahli’ dalam studinya.

Permaslahan ‘kesulitan dalam belajar’ adalah permasalahan yang banyak di alami oleh banyak orang. Masih banyak sekali proses belajar yang kita jalani tidak efektif dan efisien. Setelah belajar bertahun-tahun, entah mengapa semua ilmu yang di peroleh tiba-tiba menguap begitu saja tanpa membuahkan hasil. Apa yang kita pelajari hanya bertahan dalam jangka pendek dan tidak untuk jangka panjang. Akhirya ilmu hanya tinggal ilmu yang hilang tanpa ada artinya.

Selanjutnya, tak jarang dari kita membeli buku atau artikel yang memuat kiat-kiat sukses dalam belajar. Namun ternyata kita hanya menemukan kiat berupa pointer-pointer yang tanpa makna. Maka, disini saya mencoba mengusulkan judul buku yang sangat menarik, yang mana buku ini usai saya baca.

Buku berjudul Jerome Becomes A Genius yang diterbitkan oleh Ufuk Publishing House adalah sebuah buku karangan Eran Katz, Pemegang Guinness Book of World Record for Memory Stunts. Ini adalah buku yang berisi cara belajar orang Yahudi. Sebagaimana kita ketahui bahwa etnis minoritas Yahudilah yang justru mampu menguasai dunia.

Usulan buku yang saya berikan ini bukan berarti saya ingin menyebarkan agama Yahudi kepada pembaca yang lainnya. Buku ini merdeka dari isu agama dan politik sehingga pada dasarnya dapat dibaca oleh semua kalangan. Jadi, terlepas dari hujatan seantero dunia terkait kontroversi Zionisme, kita tidak bisa menutup mata mengenai keberhasilan-keberhasilan yang telah diraih oleh para wakil-wakil mereka di berbagai sektor kehidupan. Kalau begitu, tidak ada salahnya jika kita belajar dari mereka.

Buku ini sejenis novel. Dalam bab awal, buku ini diawali oleh sebuah tanda tanya besar terkait stereotype yang melekat di bangsa Yahudi. Stereotype yang mengatakan bahwa bangsa Yahudi memang terlahirkan oleh Tuhan menjadi bangsa yang cerdas. Eran, penulis, benar-benar tertantang untuk membuktikan pernyataan itu, karena tidak sedikit juga bangsa Yahudi yang kemampuan berpikirnya di bawah rata-rata yang Ia temukan. Baginya setiap agama adalah sama, tidak perlu ada yang diunggulkan. Di agama Islam, Nasrani, Budha pun kita dapat melihat para tokoh yang amat cerdas juga.

Di sinilah kisah petualangan nyata di mulai. Eran, Itamar, dan Jerome berpetualang mencari rahasia kecerdasan orang Yahudi. Yang selanjutnya rahasia-rahasia tersebut diterapkan ke Jerome yang memiliki kecerdasaran ‘datar’ agar menjadi jenius. Dalam petualangan menguak kecerdasan kaum Yahudi inilah yang menjadikannya menarik, setiap perjalanan akan menemukan rahasia-rahasia belajar yang dapat membantuk kita dalam proses belajar.

Buku ini di susun dengan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami dan akan membuat kita tak mau berhenti dalam membaca. Kita akan menemukan trik-trik kecerdasan orang Yahudi, sembari juga akan di paparkan informasi detail kehidupan orang Yahudi, kebiasaan, dan sejarah. Tak hanya itu, dengan membaca buku ini kita akan mampu membayangkan kondisi negara dan masyarakat di negara-negara benua eropa dan Israel yang menjadi latar di buku ini.

Akhir kata dari saya, selamat membaca. Salam,

 

 

 

2 thoughts on “Resensi Buku : Jerome Becomes A Genius

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s